Sabtu, 04 Desember 2010

Mendiknas Siapkan UN Baru

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) memastikan segera ada formula baru sistem ujian nasional (UN) yang akan ditawarkan kepada Komisi X DPR.
Mendiknas M Nuh menyatakan, formula baru UN akan disampaikan tepat waktu pada rapat kerja dengan Panitia Kerja UN DPR mendatang. Dia juga memastikan konsep baru tersebut tidak akan menimbulkan kontroversi bagi sekolah dan orang tua. “Kita tunggu saja formulanya. Kita siapkan secara komprehensif,” katanya di Jakarta kemarin. Menurut M Nuh, pihaknya bersama Panja UN DPR akan membahas bersama-sama dalam rapat kerja pekan depan.
Salah satunya menyangkut mekanisme kelulusan siswa yang selama ini hanya terpaku pada hasil UN. Mantan Rektor ITS ini menegaskan, ke depan pemerintah tidak dapat berjalan sendiri lagi dalam penetapan UN ini. “Karena itu, kami akan bertemu Komisi X,” ujarnya. Selain itu, pihaknya juga akan membahas teknis pengawasan UN agar kebocoran soal dan kecurangan semakin minim sehingga perlu dilibatkan pemangku kepentingan lainnya misalnya kalangan perguruan tinggi.
Mantan menteri komunikasi dan informatika ini juga menegaskan tentang perlunya pelaksanaan UN. Menurut dia, putusan Mahkamah Agung(MA) beberapa waktu lalu menyatakan bahwa UN tidak melanggar hak anak. “Anak jangan dimanjakan. Kalau tidak ada UN, mau jadi apa anak Indonesia,” lugasnya. Kepada pihak yang selama ini menolak ada UN ataupun mengancam untuk memangkas anggaran pendidikan jika UN tetap dilaksanakan, Mendiknas meminta mereka untuk berpikir dengan nalar akademik.
Dia tidak mau berkonfrontasi dengan pandangan yang menolak karena alasan nonakademik. Sementara itu, Ketua Panja UN DPR Rully Chairul Azwar mengatakan, kesimpulan akhir untuk pelaksanaan UN tahun ini memang belum bulat. Tetapi, keinginan untuk memperbaiki UN guna mengakomodasi keinginan masyarakat harus tetap dilakukan. Faktor kejujuran dalam pelaksanaan UN juga masih dipertanyakan banyak kalangan. “Adanya kebocoran dan kecurangan akan sangat berpengaruh pada kredibilitas UN dan mutu pendidikan nasional,” katanya.
Karena itu, dalam panja muncul wacana untuk membuat soal UN hingga 20 jenis yang berbeda dengan bobot kesulitan yang sama. Langkah ini dilakukan untuk meminimalisasi kecurangan yang terjadi saat pelaksanaan UN. Sebelumnya Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendiknas Mansyur Ramli mengaku hingga saat ini Kemendiknas belum mempunyai formulasi final untuk UN tahun depan lantaran masih harus dikaji apakah kombinasi nilai UN dengan rapor itu bisa dilakukan dan tidak memveto.
Selain itu, pihaknya juga masih mengkaji peraturan perundangan tentang kelulusan UN dan ujian akhir sekolah. DPR memberikan tenggat waktu sampai Rabu (8/12/2010) pekan depan kepada Kemendiknas untuk menyerahkan draf formula baru tersebut. Jika itu belum selesai, Panja DPR akan merekomendasikan pembatalan pelaksanaan UN tahun depan.
Panja UN mengusulkan agar UN bukan menjadi penentu kelulusan siswa. Untuk itu, ada empat persyaratan yang harus dipenuhi jika UN tetap dilaksanakan di antaranya hasil UN tidak bisa memveto atas kelulusan, digelar sesuai peraturan perundangan, mampu meningkatkan mutu pendidikan, dan tidak timbul kecurangan.(Koran SI/Koran SI/mbs)

Sumber: Okezone

Minggu, 28 November 2010

RPP SMP/MTs semester 2

Kumpulan  RPP SMP/MTs semester 2  yang dapat didownload antara lain :

  1. Pendidikan Agama Islam kelas 7, kelas 8, kelas 9
  2. Bahasa Indonesia kelas 7, kelas 8, kelas 9
  3. Bahasa Inggris kelas 7, kelas 8, kelas 9
  4. Bahasa Jawa kelas 7, kelas 9
  5. PKn kelas 7, kelas 8
  6. IPS kelas 7, kelas 8, kelas 9 
  7. Matematika kelas 7, kelas 8, kelas 9
  8. Penjas kelas 7
  9. Aqidah Akhlaq kelas 7

RPP SMP / MTs Semester 1

Untuk mendapatkan  RPP silakan download

NO

MAPEL

KELAS 7

KELAS 8

KELAS 9

1

Pendidikan Agama

download

download

download

2

Bahasa Indonesia

download

download

download

3

Matematika

download

download

download

4

IPA Terpadu

download

download

download

5

Pendidikan Kewarganegaraan

download

download

download

6

Bahasa Ingris

Download

Download

Download

7

IPS Terpadu

Download

Download

Download

8

Pendidikan Jasmani

Download

Download

Download

9

Bahasa Jawa

Download

Download

Download

10

BK

download

download

download

11

Aqidah Akhlaq

download

download

download

12

Alqur'an Hadits

download

download

download

13

SKI

download

download

download

14

Bahasa Arab

download

download

download

15

Fiqih

download

download

download

 

Tulisan terkait :

Jumat, 26 November 2010

Komputer Hybrid

Komputer Hibrid

Komputer hybrid atau yang lebih dikenal dengan komputer yang memadukan keunggulan dari notebook dan desktop kini mulai memasuki pasar Indonesia setelah NEC meluncurkan produk tersebut di Jakarta, Selasa.

Produk yang dikemas dengan nama NEC Powermate P5000 tersebut merupakan komputer hybrid yang pertama kali masuk di pasar Indonesia. Produk ini juga merupakan komputer hybrid pertama yang dijual di luar Jepang.

Senior Manager Desktop Product Marketing NEC untuk Asia Pasifik Mitsuhiro Tagami mengatakan, NEC sejauh ini merupakan produsen komputer hybrid pertama di dunia sehingga pasar untuk komputer tersebut masih sangat terbuka luas di Indonesia.

Pihak NEC mentargetkan bisa menjual sekitar 200 unit PC tersebut setiap bulannya. Komputer ini sepintas menyerupai PC pada umumnya, namun tanpa CPU. Monitornya pun dibuat sedemikian rupa sehingga mudah dibawa dengan adanya pegangan di bagian atas belakang monitornya.

Komputer ini juga tidak terlalu direpotkan dengan banyaknya kabel-kabel. Satu-satunya kabel yang dibutuhkan hanyalah untuk menghubungkan dengan listrik. Sementara kabel keyboard dan mouse tidak ada. Keyboard dan mouse terhubungkan ke P5000 dengan frekuensi radio nirkabel yang memungkinkan unit ini dioperasikan sampai jarak 10 meter jauhnya dari P5000.

Dengan desain unik dan ukuran yang kecil hanya seberat 4 kg menjadikan komputer ini menonjol di semua tempat khususnya jika ruangan sangat terbatas tapi menginginkan citra dan gaya.

P5000 menggabungkan layar TV berkualitas berukuran 17 inch dengan pengeras suara yang terintegrasi. Komputer ini di Jepang juga menerima penghargaan "Japan Good Design Award".

Diperkuat dengan prosesor inti ganda AMD turion 64 X2 menjadikan PC yang dirancang untuk pengguna pribadi dan komersial ini mampu menjalankan banyak aplikasi secara simultan.

Untuk memperkuat fitur jejaring media rumahan, P5000 juga telah dilengkapi dengan cyberlink soft-DMA 1.5 dan fasilitas jejaring nirkabel. Fasilitas ini memberikan kebebasan pengguna untuk meletakan P5000 dimanapun tanpa mengurangi kemampuan jejaringnya.

P5000 yang dijual dengan harga 1.599 dolar AS itu juga mempunyai kemampuan untuk mengisi ulang listrik telepon genggam atau media player melalui USB port tanpa perlu mengoperasikan sistem PC.

Sumber: AntaraNews

Selamat Hari Guru, dan Jadilah Guru Profesional yang Berkarakter

Setiap tanggal 25 November 2010, para guru berulang tahun. Ulang tahun yang usianya sama dengan ulang tahun kemerdekaan negera republik Indonesia. Artinya, sudah 65 tahun perayaan ulang tahun guru rutin setiap tahun diselenggarakan. Kebetulan tanggal itu adalah tanggal di mana Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dibentuk. Tentu kita berharap banyak kepada organisasi PGRI di hari ulang tahunnya yang ke-65 ini.

Dengan usianya yang sudah masuk usia manusia lanjut usia (manula), seharusnya PGRI sudah semakin bijaksana, dan mampu menjalankan program kerjanya yang berpihak kepada peningkatan kinerja guru untuk menjadi guru profesional. Bukan hanya profesional, tetapi juga berkarakter. Sebab guru yang berkarakter akan mampu menularkan karakter yang baik kepada para peserta didiknya.  Bila guru tak memiliki karakter yang baik, maka akan jadi apa para peserta didiknya kelak. Bisa jadi, gayus-gayus baru akan bermunculan di negeri ajaib ini.

Hal itulah yang terjadi saat ini. Korupsi begitu merajalela. Kejujuran dan Kepedulian nampaknya menjadi sesuatu yang langka dimiliki oleh para pendidik. Demi sebuah prestise menjadi guru profesional, banyak oknum guru yang  menanggalkan kejujurannya, hanya demi selembar sertifikat guru profesional. Kepedulian kepada sesama gurupun sudah mulai pudar, di mana kolaborasi guru dalam melakukan kegiatan ilmiah seolah-olah hilang ditelan bumi. Hanya sedikit sekali guru yang mampu membuat dan menulis karya tulisnya sendiri.

Terungkapnya kasus plagiasi 1.700 guru di Riau menunjukkan sebagian kecil dari kecurangan dalam memenuhi portofolio sertifikasi guru. Banyak masyarakat yang merisaukan aneka pelanggaran itu, tetapi program sertifikasi terus saja melaju atas nama pemenuhan amanat peraturan perundang-undangan. Kita pun hanya bisa mengurut dada, sebab kasus plagiasi masih terus terjadi, dan itu masih dilakukan oleh mereka yang bernama guru.

Tentu kita berharap ada perbaikan terus menerus dalam sistem sertifikasi guru yang menguntungkan para guru itu sendiri. Sebab tujuan sertifikasi itu sendiri sangat mulia, di mana harkat dan martabat guru ditingkatkan dan profesi guru diakui sama dan sejajar dengan profesi lainnya. Di samping kesejahteraan guru ditingkatkan, profesionalisme guru juga diperhatikan oleh pemerintah.

PGRI sebagai induk organisasi yang mengayomi para guru, harus mampu berkiprah lebih baik lagi dalam melaksanakan program kerjanya. Sebab sampai saat ini, PGRI terkesan hanya milik elit tertentu, dan pengurusnya kurang membumi. Sehingga wajar banyak guru yang tak merasa memiliki induk organisasi seperti PGRI. Bahkan terdengar kabar ada pengurus PGRI yang tak mau dilengserkan padahal kinerjanya sama sekali tak ada.

Mereka-mereka yang tak puas degan kinerja PGRI akhirnya membentuk organisasi baru yang dibentuk bukan untuk menyayingi PGRI, tetapi menjadi mitra PGRI agar kualitas dan kompetensi guru menjadi lebih baik lagi dengan mengadakan berbagai pelatihan guru. Di antara organisasi itu adalah Ikatan Guru Indonesia (IGI) yang diketuai oleh Satria Darma dengan sekjennya Mohammad Ihsan.

IGI telah mampu membuktikan diri untuk terus menerus meningkatkan profesionalisme guru, dan menjadikan guru berkarakter. Semua program kerja IGI telah didukung oleh kementrian pendidikan nasional, disambut baik oleh menteri pendidikan nasional, Prof. Dr. Moh. Nuh.

Sebagai seorang guru, tentu saya banyak terlibat dalam kegiatan IGI ini, dan saya merasakan benar kehadiran IGI telah membawa warna baru bagi dunia pendidikan kita, khususnya dalam meningkatkan kompetensi guru agar mampu profesional di bidang mata pelajaran yang diampunya.

Hal ini tentu membuat para guru senang, dan berbondong-bondong untuk hadir dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh IGI. Hampir setiap kegiatan yang dilakukan oleh IGI selalu ramai dipenuhi oleh para guru, dan mereka sangat antusias  dengan program-program IGI yang berpihak kepada peningkatan mutu pembelajaran.

Akhirnya, saya ucapkan selamat hari ulang tahun buat para guru di Indonesia. Jadilah guru profesional yang berkarakter dan benahi karakter bangsa melalui pendidikan. Kita persiapkan generasi muda kita dengan pendidikan karakterr yang membawa peserta didik menjadi cerdas dan berakhlak mulia.

salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Minggu, 24 Oktober 2010

Bahasa Geram

Oleh: KH. Dr. A. Mustofa Bisri

Bangsa ini sedang terserang virus apa sebenarnya? Apakah hanya karena panas global? Di rumah, di jalanan, di lapangan bola, di gedung dapur, bahkan di tempat-tempat ibadah, kita menyaksikan saja orang yang marah-marah. Tidak hanya laku dan tindakan, ujaran dan kata-kata pun seolah-olah dipilih yang kasar dan menusuk. Seolah-olah di negeri ini tidak lagi ada ruang untuk kesantunan pergaulan. Pers pun –apalagi teve–tampaknya suka dengan berita dan tayangan-tayangan kemarahan.

Lihatlah “bahasa” orang-orang terhormat di forum-forum terhormat itu dan banding-sandingkan dengan tingkah laku umumnya para demonstran di jalanan. Seolah-olah ada “kejumbuhani” pemahaman antara para “pembawa aspirasi” gedongan dan “pembawa aspirasi” jalanan tentang “demokrasi”. Demokrasi yang–setelah euforia reformasi–dipahami sebagai sesuatu tatanan yang mesti bermuatan kekasaran dan kemarahan.

Yang lebih musykil lagi “bahasa kemarahan” ini juga sudah seperti tren pula di kalangan intelektual dan agamawan. Khotbah-khotbah keagamaan, ceramah-ceramah dan makalah-makalah ilmiah dirasa kurang afdol bila tidak disertai dengan dan disarati oleh nada geram dan murka. Seolah-olah tanpa gelegak kemarahan dan tusuk sana tusuk sini bukanlah khotbah dan makalah sejati.

Khususnya di ibu kota dan kota-kota besar lainnya, di hari Jumat, misalnya, Anda akan sangat mudah menyaksikan dan mendengarkan khotbah “ustadz” yang dengan kebencian luar biasa menghujat pihak-pihak tertentu yang tidak sealiran atau sepaham dengannya. Nuansa nafsu atau keangkuhan “Orang Pintar Baru” (OPB) lebih kental terasa dari pada semangat dan ruh nasihat keagamaan dan ishlah.

Kegenitan para ustadz OPB yang umumnya dari perkotaan itu seiiring dengan munculnya banyak buku, majalah, brosur dan selebaran yang “mengajarkan” kegeraman atas nama amar makruf nahi munkar atau atas nama pemurnian syariat Islam. Penulis-penulisnya–yang agaknya juga OPB—di samping silau dengan paham-paham dari luar, boleh jadi juga akibat terlalu tinggi menghargai diri sendiri dan terlalu kagum dengan “pengetahuan baru”-nya. Lalu menganggap apa yang dikemukakannya merupakan pendapatnya dan pendapatnya adalah kebenaran sejati satu-satunya. Pendapat-pendapat lain yang berbeda pasti salah. Dan yang salah pasti jahanam.

Dari bacaan-bacaan, ceramah-ceramah, khotbah-khotbah dan ujaran-ujaran lain yang bernada geram dan menghujat sana-sani tersebut pada gilirannya menjalar-tularkan bahasa tengik itu kemana-mana; termasuk ke media komunikasi internet dan handphone. Lihatlah dan bacalah apa yang ditulis orang di ruang-ruang yang khusus disediakan untuk mengomentari suatu berita atau pendapat di “dunia maya” atau sms-sms yang ditulis oleh anonim itu.

Kita boleh beranalisis bahwa fenomena yang bertentangan dengan slogan “Bangsa Indonesia adalah bangsa yang ramah” tersebut akibat dari berbagai faktor, terutama karena faktor tekanan ekonomi, ketimpangan sosial dan ketertinggalan. Namun, mengingat bahwa mayoritas bangsa ini beragama Islam pengikut Nabi Muhammad SAW, fenomena tersebut tetap saja musykil. Apalagi jika para elit agama yang mengajarkan budi pekerti luhur itu justru ikut menjadi pelopor tren tengik tersebut.

Bagi umat Islam, al-khairu kulluhu fittibaa’ir Rasul SAW, yang terbaik dan paling baik adalah mengikuti jejak dan perilaku panutan agung, Nabi Muhammad SAW. Dan ini merupakan perintah Allah. Semua orang Islam, terutama para pemimpinnya, pastilah tahu semata pribadi, jejak-langkah dan perilaku Nabi mereka.

Nabi Muhammad SAW sebagaimana diperikan sendiri oleh Allah dalam al-Quran, memiliki keluhuran budi yang luar biasa, pekerti yang agung (Q. 68:4). Beliau lemah lembut, tidak kasar dan kaku (Q. 3: 159). Bacalah kesaksian para shahabat dan orang-orang dekat yang mengalami sendiri bergaul dengan Rasulullah SAW. Rata-rata mereka sepakat bahwa Panutan Agung kita itu benar-benar teladan. Pribadi paling mulia; tidak bengis, tidak kaku, tidak kasar, tidak suka mengumpat dan mencaci, tidak menegur dengan cara yang menyakitkan hati, tidak membalas keburukan dengan keburukan, tapi memilih memaafkan. Beliau sendiri menyatakan, seperti ditirukan oleh shahabat Jabir r.a,“InnaLlaaha ta’aala lam yab’atsnii muta’annitan…”, Sesungguhnya Allah tidak mengutusku sebagai utusan yang keras dan kaku, tapi sebagai utusan yang memberi pelajaran dan memudahkan.

Bagi Nabi Muhammad SAW pun, orang yang dinilainya paling mulia bukanlah orang yang paling pandai atau paling fasih bicara (apalagi orang pandai yang terlalu bangga dengan kepandaiannya sehingga merendahkan orang atau orang fasih yang menggunakan kefasihannya untuk melecehkan orang). Bagi Rasulullah SAW orang yang paling mulia ialah orang yang paling mulia akhlaknya. Wallahu a’lam.

Teknik memotivasi siswa agar mau belajar

Sering kita bertanya: “Bagaimana teknik memotivasi siswa agar siswa mau mengikuti proses pembelajaran di kelas?”. Pertanyaan inilah yang menjadi beban bagi guru-guru, terutama bagi guru pemula, mengingat karakteristik siswa yang sangat heterogen dan kondisi iklim belajar di kelas yang bervariasi. Kebervariasian karakteristik siswa di dalam kelas yang sangat kompleks ini, bagi guru pemula sangat sukar untuk dapat dikendalikan ke arah iklim belajar tunggal, yaitu iklim beljar yang kondusif, nyaman, dan bergairah.
Menurut Mc Donald, motivasi adalah suatu perubahan energi yang ada di dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” atau “hasrat” yang didahului dengan adanya tanggapan terhadap adanya tujuan. Motivasi dapat juga dikatakan sebagai suatu rangkaian usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga sesorang itu mau dan ingin melakukan sesuatu.
Motivasi bisa bersifat instrinksik yaitu motif yang muncul atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar terlebih dahulu karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Misalnya seorang siswa belajar karena betul-betul ingin mendapatkan pengetahuan, keterampilan agar dapat berubah tingkah lakunya secara konstruktif, tidak karena tujuan yang lain.
Motivasi juga bisa bersifat ekstrinksif, yaitu motif-motif yang aktif karena adanya rangsangan yang datangnya dari luar diri individu itu sendiri. Misalnya: siswa belajar karena besoknya aka nada ulangan atau ujian dengan harapan mendapatkan nilai yang baik. Motivasi ekstrinksif bukan berarti tidak baik dan tidak penting. Dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas, motivasi ekstrinksif sangat penting. Karena kemungkinan besar keadaan siswa itu menunjukkan sesuatu yang dinamis, dan juga mungkin komponen-komponen lain dalam proses belajar mengajar (PBM) ada yang kurang menarik bagi diri seorang siswa, sehingga diperlukan motivasi ekstrinksif.
Ada beberapa bentuk dan cara untuk menumbuhkan motivasi belajar bagi siswa, baik belajar di dalam kelas yang dibimbing guru, ataupun belajar di rumah yang langsung diawasi dan dibina oleh kedua orangtuanya, beberapa rangsangan motivasi tersebut, di antara nya:
1. Dengan memberi angka (nilai)
Angka atau nilai yang baik bagi siswa merupakan motivasi yang sangat kuat, akan tetapi guru harus berhati-hati dalam memberi nilai kepada siswa didiknya jangan sampai pencapaian angka atau nilai tersebut merupakan tujuan akhir dari belajar.
2. Ego-involvement
Ego-involvement merupakan suatu hal yang dapat menumbuhkan kesadaran kepada diri seorang siswa agar merasakan akan pentingnya suatu tugas dan menerimanya sebagai suatu tantangan sehingga siswa akan berusaha keras untuk menyelesaikannya dengan mempertaruhkan harga dirinya secara nyata.
3. Berkompetisi atau bersaing
Kompetisi pada setiap diri seorang siswa sangat baik, karena secara individual atau berkelompok dapat meningkatkan motivasi dalam belajar.
4. Hadiah (Gift)
Hadiah juga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, tetapi tidak selalu demikian
5. Ulangan
Seorang diri siswa akan giat belajar, apabila ia mengetahui akan ada ulangan. Mengingat bahwa ulangan merupakan harga diri siswa.
6. Mengetahui Hasil
Siswa akan terdorong untuk lebih giat belajar, apabila ia mengetahui hasil pekerjaannya. Apalagi hasil ulangannya terjadi kemajuan prestasi. Oleh karena itu hasil ulangan siswa alangkah baiknya setiap ulangan diperiksa oleh guru dan hasilnya diumumkan.
7. Memberi Pujian (Reward)
Pujian yang diberikan kepada diri seorang siswa dalam bentuk reinforcement yang positif merupakan motivasi yang baik. Bentuk pujian bisa berupa senyuman guru atau dengan cara menepuk pundak siswa atau dalam bentuk oral guru. Dengan pujian yang tepat akan menciptakan suasana menyenangkan dan dapat meningkatkan gairah belajar siswa untuk belajar lebih giat lagi sekaligus akan membangkitkan harga diri siswa (self esteem).
8. Memberi Hukuman
Hukuman merupakan reinforcement negative, tetapi hukuman apabila disampaikan secara tepat dan bijak dapat menjadi alat motivasi yang sangat dasyat. Oleh karena itu, seorang guru yang akan memberikan hukuman kepada siswanya, terlebih dahulu harus memahami prinsip-prinsip pemberian hukuman yang bersifat edukasi yang tepat dan berwibawa.
9. Tujuan yang disepakati
Rumusan tujuan dalam pembelajaran di kelas yang diterima oleh siswa merupakan alat motivasi yang sangat penting, sebab dengan memahami rumusan tujuan pembelajaran yang tepat yang harus dicapai dalam satu pertemuan kegiatan belajar mengajar di kelas akan dirasa sangat berguna dan menguntungkan, maka akan timbul gairah untuk terus belajar. Rumusan tujuan belajar sebaiknya ditulis terlebih dahulu oleh guru di papan tulis dan rumusan belajar tersebut jangan dihapus selama kegiatan belajar mengajar berlangsung hingga berakhir.
10. Hasrat/minat untuk belajar
Hasrat atau minat untuk belajar berarti ada pada diri anak didik itu sendiri, yang sudah ada pada diri seorang siswa dan memang ada motivasi untuk belajar, sehingga hasil belajarnya akan lebih baik. Motivasi muncul karena ada suatu kebutuhan, begitu juga minat sehingga minat merupakan alat motivasi yang bersifat pokok. Minat dapat ditumbuhkembangkan dengan cara: membangkitkan adanya suatu kebutuhan, menghbungkan dngan pengalaman yang sudah ada sebelumnya, memberi kesempatan untuk mendapatkan hasil yang baik, menggunakan berbagai macam bentuk mengajar.