Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 April 2016

Peringatan Hari Kartini

SMP Islam Al-hikmah Mayong
Peringatan hari Kartini tahun 2016 di SMP Islam Al-Hikmah Mayong berlangsung meriah. Kegiatan diawali dengan kegiatan upacara Peringatan Hari RA. Kartini,  dengan petugas upacara semuanya perempuan, demikian juga pimpinan upacaranya. Bertindak sebagai pimpinan upacara ibu Yuli Sumarwati, S.Pd.
Untuk memeriahkan acara tersebut diadakan lomba-lomba, diantaranya lomba peragaan busana, lomba menghias nasi goreng, pidato dan lain-lain.



Selasa, 29 Maret 2011

Keberhasilan Sistem "e-Learning" Tergantung Pemerintah

Salah satu tantangan dunia pendidikan nasional adalah menyediakan fasilitas dan sumber daya manusia (SDM) bermutu, yang dapat dimanfaatkan secara merata di seluruh sekolah dan siswa tanpa terkendala tempat dan waktu.

Fasilitas pembelajaran yang bermutu, baik SDM maupun sumber materi pembelajaran, sangat berpengaruh besar pada kualitas anak didik. Hanya saja, sejauh ini fasilitas kebanyakan sekolah masih minim, kualitas SDM yang tersedia pun bervariasi, tidak merata.

Demikian hal itu dipaparkan oleh Guru Besar Tetap Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia Heru Sutartanto saat membuka workshop "Pemanfaatan Portal Gratis Esfindo (E-School for Indonesia): Sistem e-Learning Sebagai Pendukung Kegiatan Belajar Mengajar Sekolah Menengah di Jabodetabek", di Balai Sidang UI, Depok, Jumat (23/10).

"Bisa disimpulkan bahwa saat ini tiga hal yang menjadi permasalahan bangsa adalah penyebaran SDM yang belum merata, tingkat partisipasi masuk perguruan tinggi yang masih rendah, serta pembangunan infrastruktur TIK yang masih timpang sehingga akses informasi masih terbatas," ujar Heru di hadapan ratusan guru TIK se-Jabotabek yang menjadi peserta workshop.

Terbukti, lanjut Heru, berdasarkan data statistik dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) tahun 2003 lalu, rata-rata partisipasi masuk perguruan tinggi masih sangat rendah, sekitar 12,8 %. Kualitas lulusan SMA di Indonesia pun tidak merata, karena rata-rata nilai tertinggi masih ditunjukkan oleh anak-anak didik yang berasal dari daerah perkotaan di Jawa, Sumatera, dan Bali.

"Dan untuk mengejar ketertinggalan itu pemerintah harus memperbesar kapasitas akses melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terhadap dunia pendidikan di segala lini, baik dasar, menengah, dan tinggi," jelas Heru.

"Presiden pernah menjabarkan, bahwa pemerataan TIK di seluruh Indonesia diharapkan bisa terlaksana pada akhir 2012, itulah yang saya jadikan pegangan untuk mengedepankan sistem ini," lanjutnya.

Sementara itu, menurut Rektor UI Gumilar R. Somantri dalam sambutannya mengatakan, bahwa upaya Fasilkom UI menghadirkan Esfindo merupakan upaya mendigitalisasi sistem pendidikan sebagai sistem yang bisa dimanfaatkan secara merata di seluruh Indonesia.

"Apalagi Mendiknas kita sekarang ini kan mantan orang nomor satu yang pernah membawahi TIK, semoga dia bisa cepat menangkap sinyal ini," ujar Gumilar, sambil tersenyum menyebut nama Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh.

Sumber : http://edukasi.kompas.com/

Esfindo, Sistem "e-Learning" Gratis untuk Guru dan Anak Didik

image

Dibutuhkannya pemerataan TIK di semua lini bidang pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional, Fakultas Ilmu Komputer UI menyiapkan Esfindo atau E-School for Indonesia, yaitu sistem e-learning gratis bagi para pendidik dan anak didik.

Esfindo diperkenalkan sejak 19 April 2009 lalu melalui sebuah riset awal. Output riset awal itu membuktikan, bahwa perbedaan latar belakang ekonomi siswa tidak terlalu terlihat jika fasilitas yang sama diberikan secara merata ke semua siswa.

Riset awal tersebut, Guru Besar Tetap Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia Heru Sutartanto, mengundang kalangan siswa tidak mampu dan siswa dari kalangan sekolah yang mapan di kawasan Depok, Jawa Barat.

Namun, kata Heru, sebelum para siswa dari dua kelompok "berbeda" tersebut menggunakan portal Esfindo, para siswa diberikan tes pendahuluan (pretest) dan kemudian pelatihan mengikuti pembelajaran modul matematika dasar dengan sistem e-learning. Setelah itu, para siswa diberikan sebuah tes akhir (posttest).

"Awalnya, para siswa dari golongan tak mampu itu canggung berinteraksi dengan komputer yang mengakses sistem e-learning, namun setelah itu, hanya dalam waktu singkat, kemampuan mereka sama dengan siswa dari golongan yang mapan," ujar Heru usai membuka workshop "Pemanfaatan Portal Gratis Esfindo (E-School for Indonesia): Sistem e-Learning Sebagai Pendukung Kegiatan Belajar Mengajar Sekolah Menengah di Jabodetabek", di Balai Sidang UI, Depok, Jumat (23/10).

Menurutnya, perbandingan hasil riset (pretest) dan (posttest) itu menunjukkan, secara umum siswa dari sekolah tak mampu memang mempunyai nilai lebih rendah ketimbang siswa yang mapan. Namun, lanjut dia, hasil menarik yang ditunjukkan dari kedua tes tersebut adalah adanya peningkatan nilai seluruh siswa dan peningkatan kecepatan siswa dalam memecahkan persoalan.

"Kami berharap sistem bisa menjawab salah satu tantangan dari dunia pendidikan nasional, yaitu menyediakan fasilitas dan sumber daya manusia (SDM) bermutu, yang dapat dimanfaatkan secara merata di seluruh sekolah dan siswa tanpa terkendala tempat dan waktu," ujar Heru.

"Apalagi, Presiden SBY pernah menjabarkan, bahwa pemerataan TIK di seluruh Indonesia diharapkan bisa terlaksana pada akhir 2012, itulah yang saya jadikan pegangan untuk mengedepankan sistem ini," tambahnya.

 

Sumber : http://edukasi.kompas.com/

Soal "E-Learning", Contohlah Yogyakarta

 

 

Sebanyak 500 SD dan SMP di DI Yogyakarta jadi model program pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk peningkatan mutu pendidikan nasional. Tiap sekolah kini diharapkan memperoleh pembelajaran tanpa terikat ruang dan waktu.

"Ini kesempatan belajar tanpa batas pertama yang diterapkan di tingkat SD dan SMP. DIY jadi pelopor e-learning di Indonesia," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring pada peresmian program E-education Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk Peningkatan dan Pemerataan Mutu Pendidikan di SMPN 1, Bantul, Sabtu (26/3/2011) lalu.

Saat ini, 110 SD dan SMP di DIY sudah menerapkan program pemanfaatan TIK. Tahun 2012, total 500 sekolah (300 SD dan 200 SMP) di DIY akan menerapkan program itu.

Program TIK terdiri dari penyediaan perangkat, konten pembelajaran, dan pelatihan. Setiap sekolah akan mendapat 21 komputer. Melalui Internet Data Center di Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan, jaringan komunikasi antarsekolah akan tersambung.

Ada pula dana block grant dan pelatihan bagi guru ke Jepang. Perwakilan Japan International Cooperation Agency (JICA) Kohara Motofumi mengatakan, sejak tahun 2010, Jepang memberikan pinjaman lunak Rp 315 miliar untuk program TIK di DIY.

"Seluruh dana untuk penyediaan instalasi dan fasilitas jaringan. Proyek berakhir tahun 2015," katanya.

Penerapan program TIK di SD dan SMP DIY merupakan kelanjutan gagasan Pemerintah Provinsi DIY, yang tahun 2007 mencanangkan diri sebagai cyber province dengan pelaksanaan Jogja Learning Gateway. Program itu diterapkan di 500 SD dan SMP DIY di 5 kabupaten/kota.

Sumber : http://edukasi.kompas.com/

Selasa, 15 Maret 2011

Pendidikan Dikemas Melalui Tontonan TV

Johan Sompotan - Okezone

Image: corbis.com

JAKARTA - Salah satu fungsi media massa adalah to educate (mendidik). Fungsi ini dapat dijalankan media melalui berbagai program acara yang mengedepankan nilai-nilai pendidikan, termasuk dalam bidang kepedulian sosial.
Menangkap peluang ini, grup Media Nusantara Citra (MNC) mengemas konten pendidikan melalui tontonan televisi. Salah satunya melalui berbagai program acara dengan tujuan pendidikan tadi.
"Banyak program kami yang dikaitkan unsur sosial untuk menggugah hati manusia. Misalnya Bedah Rumah. Program itu sifatnya mendidik," kata Grup CEO MNC Hary Tanoesoedibjo pada acara marketing gathering di Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (15/3/2011). 
Menurut HT, demikian dia biasa dipanggil, sebuah media memiliki dua sisi yang perlu terus dikembangkan. Jika sisi komersil media disubsidi terus menerus, media itu pasti akan tutup. "Di sisi lain, media memiliki posisi strategis dan itu kami sadari sepenuhnya. Karena itulah kami mengembangkan berbagai program yang sarat nilai pendidikan sosial," imbuhnya.
HT menambahkan, grup media yang dipimpinnya memang lebih fokus pada hiburan. "Tapi kami tetap membuat program berita. Karena jika tidak ada news-nya pasti akan ada yang kurang. Kami netral, dan independen," ujarnya menegaskan. (rfa)(rhs)

Sumber : http://kampus.okezone.com/

Rabu, 05 Januari 2011

Selamat dengan Peringkat Akreditasi "A"

clip_image002

Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan nasional secara bertahap, terencana, dan terukur sesuai amanat Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, BAB XVI Bagian Kedua Pasal 60 tentang Akreditasi, Pemerintah melakukan akreditasi untuk menilai kelayakan program dan/atau satuan pendidikan. Berkaitan dengan hal tersebut, Pemerintah telah menetapkan Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) dengan Peraturan Mendiknas Nomor 29 Tahun 2005. BAN-S/M adalah badan evaluasi mandiri yang menetapkan kelayakan program dan/atau satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah jalur formal dengan mengacu pada standar nasional pendidikan. Sebagai institusi yang bersifat mandiri di bawah dan bertanggung jawab kepada Mendiknas, BAN-S/M bertugas merumuskan kebijakan operasional, melakukan sosialisasi kebijakan, dan melaksanakan akreditasi sekolah/madrasah. Dalam melaksanakan akreditasi sekolah/ madrasah, BAN-S/M dibantu oleh Badan Akreditasi Provinsi Sekolah/Madrasah (BAP-S/M) yang dibentuk oleh Gubernur, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, khususnya Pasal 87 ayat (2).

Akreditasi SMP Islam Al Hikmah yang dilaksanakan tanggal 12 dan 13 Oktober 2010 ini menggunakan kriteria dan perangkat akreditasi yang mengacu pada delapan komponen Standar Nasional Pendidikan  SMP/MTs (Permendiknas Nomor 12 Tahun 2009).

clip_image002[6]Berdasarkan hasil keputusan Badan Akreditasi Nasional yang ditetapkan tanggal 9 November 2010, SMP Islam Al-Hikmah mendapat peringkat "A" dengan nilai 88 (delapan puluh delapan), dengan perincian seperti tabel di samping. Kita sebagai keluarga besar SMP Islam Al Hikmah merasa bersyukur dengan nilai tersebut, tidaklah berebihan kalau kita mengucapkan selamat dan alhamdulillah. Peringkat A menunjukkan bahwa SMP Islam Al Hikmah mengalami peningkatan status dari terakreditasi B menjadi A, artinya secara kualitas juga mengalami peningkatan. Peringkat tersebut juga mempunyai  konsekwensi untuk memberikan pelayanan pendidikan yang standar atau yang dikenal dengan sebutan SPM ( standar Pelayanan Minimal) Pendidikan Dasar sesuai Permendiknas No. 15 tahun 2010. Apa itu ? Diantaranya :

  1. Menyediakan buku teks yang sudah ditetapkan kelayakannya oleh Pemerintah mencakup semua mata pelajaran dengan perbandingan satu set untuk setiap perserta didik;
  2. Memiliki 200 judul buku pengayaan dan 20 buku referensi;
  3. Setiap guru tetap bekerja 37,5 jam per minggu di satuan pendidikan, termasuk merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing atau melatih peserta didik, dan melaksanakan tugas tambahan;
  4. Menyelenggarakan proses pembelajaran selama 34 minggu per tahun dengan kegiatan tatap muka  27 jam per minggu;
  5. Menerapkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) sesuai ketentuan yang berlaku;
  6. Setiap guru menerapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang disusun berdasarkan silabus untuk setiap mata pelajaran yang diampunya;
  7. Setiap guru mengembangkan dan menerapkan program penilaian untuk membantu meningkatkan kemampuan belajar peserta didik;
  8. Kepala sekolah melakukan supervisi kelas dan memberikan umpan balik kepada guru dua kali dalam setiap semester;
  9. Setiap guru menyampaikan laporan hasil evaluasi mata pelajaran serta hasil penilaian setiap peserta didik kepada kepala sekolah pada akhir semester dalam bentuk laporan hasil prestasi belajar peserta didik;
  10. Kepala sekolah atau madrasah menyampaikan laporan hasil ulangan akhir semester (UAS) dan Ulangan Kenaikan Kelas (UKK) serta ujian akhir (US/UN) kepada orang tua peserta didik dan menyampaikan rekapitulasinya kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota pada setiap akhir semester; dan
  11. Menerapkan prinsip-prinsip manajemen berbasis sekolah (MBS).

Kalau kita cermati ternyata berat juga menyandang peringkat A, harapan kita janganlah peringkat itu menjadi beban bagi kita tetapi sebaliknya menjadi motivator kita untuk lebih giat meningkatkan mutu sekolah.

Tidak lupa kami ucapkan terima kasih khususnya kepada semua dewan guru dan karyawan SMP Islam Al Himah Mayong dan umumnya semua pihak yang telah membantu dari persiapan sampai pada pelaksanaan akreditasi. Selamat dan Bravo SMP Islam Al Hikmah .......... semoga tetap jaya ! amin.